Kekuatan di Balik Bahasa Lisan

“Read between the line” seperti juga “membaca yang tersirat bukan hanya yang tersurat” adalah peribahasa yang sudah umum dikenal. Peribahasa dengan makna yang dalam ini biasanya dikaitkan dengan penggunaan bahasa tertulis. Peribahasa ini mengingatkan siapapun, bahwa pemaknaan dan penyampaian pesan dalam bahasa tertulis tidak hanya dilakukan terhadap kata-kata yang tersaji, tapi juga susunan, pilihan kata hingga konteks penulisan secara keseluruhan.

Pengingat yang sama juga bisa kita gunakan dalam Bahasa lisan. Bahwa, penyampaian pesan tidak melulu melalui apa yang tersampaikan dalam kalimat-kalimat yang keluar dari mulut seseorang. Dalam konteks ini, kita mengenal bahasa tubuh  (body language) sebagai pendamping bahasa lisan.

Bahasa tubuh hakikatnya adalah informasi yang tersampaikan melalui tubuh kita, selain dari kata-kata lisan. Bahasa tubuh dapat disampaikan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, mulai dari mata, mulut, tangan ataupun kaki, nada saat berbicara, hingga pilihan busana yang dikenakan. Semuanya, secara sendiri-sendiri ataupun keseluruhan, memberikan pesan tertentu.

63979_1655678306193_4917964_n

Indriati Yulistiani, ketika memaparkan materi Bahasa Tubuh dalam salah satu training.

Kekuatan penggunaan bahasa tubuh dalam membantu penyampaian pesan dari hari ke hari semakin disadari. Penyampaian sebuah pesan, akan semakin efektif bila disertai dengan bahasa tubuh yang tepat. Emosi penonton sebuah drama di film atau televisi  akan mudah ikut terseret saat sang aktor berakting dengan memaksimalkan bahasa tubuhnya. Ekspresi  sedih atau marah lebih mudah menggiring emosi penonton dari pada kata-kata kemarahan yang diucapkan sambil berteriak-teriak namun dengan ekspresi datar.

Namun seperti halnya para aktor, kekuatan bahasa tubuh ini juga seringkali diabaikan atau bahkan tidak disadari oleh para komunikator, pembicara publik (public speaker), orator ataupun para penampil lainnya. Tidak jarang kita bertemu dengan pembicara yang berbicara dengan nada yang datar atau hanya terpaku di belakang mimbar dengan tangan menggenggam erat naskah atau makalah yang dibawakan. Tidak heran jika kemudian ide atau pesan yang disampaikan, seringkali tidak diterima para pendengarnya dengan baik karena mereka sudah terlanjur bosan dengan gaya penyampaian sang pembicara.

Di sisi lain, lihatlah para pembicara hebat di dunia, mulai dari Obama hingga proklamator kita, Bung Karno. Mereka adalah para public speaker yang sangat menyadari kekuatan bahasa tubuh dalam menyampaikan pesan. Ekspresi wajah, gerak tangan dan kaki (untuk memaksimalkan penggunaan panggung) serta nada bicara yang jauh dari monoton, semua secara sadar dilakukan untuk memaksimalkan penampilan mereka. Para pendengar dan penonton pun betah menyaksikan penampilan mereka. Lebih jauh, serapan pesan dan ide dari sang pembicara tentunya lebih besar.

Penampilan para pembicara hebat tersebut bukanlah tanpa usaha. Penampilan mereka sebagai pembicara hebat adalah buah dari kesadaran pentingnya Bahasa tubuh dalam menunjang penyampaian pesan, yang diikuti dengan kemauan belajar dan berlatih untuk mengasah kemampuan mereka sebagai pembicara.

_DSC1178

BE Training dapat membantu Anda meningkatkan kualitas Bahasa Tubuh.

Dengan melakukan hal yang sama, para pembicara publik lainnya juga dapat meningkatkan kemampuan mereka. BE Training dapat membantu anda dalam meningkatkan penggunaan bahasa tubuh. Untuk materi-materi pelatihan yang memang membutuhkan kemampuan bahasa tubuh, para peserta pelatihan kami diberi pengetahuan dan pelatihan untuk memaksimalkan penggunaan bahasa tubuh.

Bahasa tubuh – yang sering kami istilahkan sebagai Sign of the Body – merupakan materi training yang selalu kami sajikan pada setiap kali kami menyelengarakan training mengenai public speaking, business speaking, presentation skills, public relations dan service excellent. Bagi siapa pun yang berminat menjalin kerjasama dengan BE Training untuk training-training tersebut (yang di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bahasa tubuh) silakan hubungi kami melalui email: info@betraining.co, atau betraining@ymail.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s